Innalillahi Pasar Legi Blitar Terbakar

Innalillahi Pasar Legi Blitar Terbakar

Kebakaran hebat melanda Pasar Legi Kota Blitar. Peristiwa itu diduga akibat hubungan arus pendek listrik api yang berkobar meluluhlantakkan kios pedagang pasar tradisional terbesar di Kota Blitar. Melihat besarnya api diperkirakan hampir seluruh kios pedagang makanan, kelontong dan plastik di lantai dasar bagian tengah ludes menjadi korban. “Yang tahu pertama kali adalah penjaga pasar. Dugaan sementara korsleting,“ ujar Kepala Pasar Legi Kota Blitar Ariyanto kepada wartawan, Selasa (12/9/2016). 


Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Penjaga melihat titik api muncul di sekitar kios pedagang sepatu milik Kartumi. Tanpa menunggu waktu lama api juga menyambar bangunan kios pedagang kelontong, makanan, pakaian dan barang pecah belah yang bertempat di sana. Angin kencang dan keberadaan benda benda mudah terbakar membuat api sulit dipadamkan. “Saat kejadian pasar dalam keadaan sepi. Para pedagang sudah banyak yang pulang. Karenanya untuk sementara tidak ada korban jiwa,“ lanjut dia. Sedikitnya sepuluh unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dari Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan PT Gudang Garam Kediri didatangkan. 

Namun hingga pukul 18.30 WIB api belum juga padam. Asap tebal masih membumbung hingga ketinggian 20 meter. Sementara ratusan orang masih terus berdatangan ingin menyaksikan dari jarak dekat. Akibatnya, lalu lintas di kawasan Pasar Legi Kota Blitar macet total. 

Menurut keterangan Kabag Ops Polres Kota Blitar Kompol Heru Nur Hidayat posisi api di bagian tengah pasar membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman. “Selain itu banyaknya pedagang yang berebut menyelamatkan barang barangnya juga menjadi kendala pemadaman,“ tambahnya. Kerugian material diduga mencapai ratusan juta. Heru menegaskan bahwa fokus utama adalah melakukan pemadaman. Karenanya semuanya dikerahkan. Pemadaman juga mendapat bantuan masyarakat sekitar yang bergotong royong saling bahu membahu. “Yang terpenting api harus padam dulu. Masalah yang lain-lain akan kita lakukan pengembangan selanjutnya,“ pungkasnya. 

Pasar tradisional yang berdiri di era Walikota Jarot Saiful Hidayat ini berada di wilayah Kecamatan Kepanjen Kidul. Pasar ini merupakan yang terbesar dengan posisi bersebelahan dekat dengan permukiman warga. Hingga berita ditulis api belum padam. Kendati demikian, informasinya kobaran api berangsur angsur mengecil.

Share this:

Disqus Comments