Sholat Idul Fitri Serentak 15 Juni 2018, Begini Tata Cara Sholatnya

Sholat Idul Fitri Serentak 15 Juni 2018, Begini Tata Cara Sholatnya

Sholat Idul Fitri Serentak 15 Juni 2018, Begini Tata Cara Sholatnya

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Kamis 14 Juni 2018. Diprediksi umat muslim di Indonesia akan menyambut hari raya Idul Fitri 1439 H pada Jumat 15 Juni 2018. Hukum sholat id yakni sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan untuk dilaksanakan Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijiriah, Rasulullah tidak meninggalkan sholat id hingga beliau wafat. Ritual serupa kemudian dilanjutkan para sahabat nabi. Secara rukun dan syarat tak berbeda dengan sholat lima waktu. Waktu sholat id dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu Dzuhur. 


 A. Hukum Sholat ‘Ied 


Hukumnya sunnah muakkad karena Rasulullah SAW selalu mengerjakannya. Sedangkan menurut pendapat imam Abu Hanifah hukumnya fardhu ‘ain dan menurut imam Ahmad hukumnya fardhu kifayah. Sholat ied disunnahkan baik bagi orang yang mukim ataupun musafir, merdeka atau budak, laki-laki maupun perempuan. Sholat iedul fitri dilakukan lebih awal oleh Nabi Saw di tahun ke 2 H kemudian sholat iedul adha. 

B. Dalil Sholat ‘Ied Firman Allah SWT:


 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ Artinya: “maka laksanakanlah sholat karena tuhanmu, dan berqurbanlah. (QS Alkautsar 2). Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud “sholat” di ayat tersebut adalah sholat ied. Menurut pendapat yang kuat Sholat iedul adha lebih utama daripada sholat iedul fitri sebagaimana pendapat imam Ibn Hajar karena ada nash langsung dari Al-Qur’an. Sedangkan menurut imam Izzuddin bin Abdissalam Shalat Iedul Fitri yang lebih utama. 


C. Waktu Sholat ‘Ied 


Waktu Sholat ied adalah mulai terbitnya matahari hingga masuknya waktu duhur. Namun dianjurkan mengakhirkan hingga ketinggian matahari ukuran tombak (sekitar 16 menit dari terbitnya matahari), karena mengikuti Nabi dan keluar dari pendapat ulama’ seperti imam Malik yang menyatakan itu adalah awal waktunya. 


D. Cara Pelaksanaan Sholat Ied 


Caranya seperti sholat sunah 2 raka’at pada umumnya dengan beberapa kesunahan berikut :

1. Dikerjakan secara berjama’ah kecuali orang yang sedang haji walaupun tidak berada di Mina, maka sunah tidak berjama’ah bahkan hukum berjamaahnya adalah khilaful aula.

2. Niat sholat ied اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ\ لِعِيْدِ الأَضْحَى (…….) لِلّهِ تَعاَلَى ** Jika jadi imam ditambah dengan lafadz (إِماَماً), jika jadi ma’mum ditambah (مَأْمُوْماً), jika sholat sendiri dibaca sesuai diatas tanpa tambahan.

3. Takbir diraka’at pertama 7x selain takbiratul ihram dan takbir 5x di raka’at kedua selain takbir berdiri dari sujud.

4. Mengangkat kedua tangan hingga sejajar pundak di setiap takbir, kemudian menaruh di bawah dada dengan tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri.

5. Memisahkan antara takbir dengan bacaan Albaqiyatus Sholihat yaitu: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

6.Mengeraskan bacaan takbir, baik bagi imam, makmum maupun orang yang sholat sendiri.

7. Bacaan surat setelah Fatihah disunnahkan surat Qof diraka’at pertama dan surat Al-Qomar diraka’at kedua, atau surat Al-A’la, dan surat Al-Ghosyiyah secara

8. Berkhutbah setelah sholat seperti khutbah jum’ah dalam hal rukun dan sunahnya namun bukan pada syaratnya. Jika dilakukan sebelum shalat, maka tidak sah.

Kesunahan khutbah ied adalah bagi jamaah laki-laki walaupun shalatnya secara sendiri-sendiri, dan tidak disunnahkan bagi jamaah perempuan.

Disunahkan juga membaca takbir 9x secara berkesinambungan diawal khutbah pertama, dan 7x diawal khutbah kedua. Materi khutbah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti tentang zakat fitrah ketika idul fitri, dan menerangkan hukum-hukum qurban ketika iedul adha.

Share this:

Disqus Comments