Pengertian, Fakta dan Atlet Olahraga Esport di Indonesia

Olahraga elektronik (juga dikenal sebagai permainan kompetitif, permainan pro, Esports, e-sports, electronic sports, atau pro gaming di Korea Selatan) merupakan suatu istilah untuk kompetisi Permainan video pemain jamak, umumnya antara para pemain profesional. 

Aliran permainan video yang biasanya dihubungkan dengan olahraga elektronik adalah aliran Strategi waktu-nyata, perkelahian, Tembak-menembak orang-pertama, dan arena pertarungan daring multipemain. Turnamen seperti The International Dota 2 Championships, League of Legends World Championship, Battle.net World Championship Series, Evolution Championship Series, Intel Extreme Masters, menyediakan siaran langsung dari kompetisi juga hadiah tunai pada para kompetitor. 

Meski kompetisi teroganisasi telah lama menjadi bagian dari Budaya permainan video, kompetisi ini telah mengalami peningkatan besar dalam popularitas dari akhir dekade 2000an dan awal 2010an. Jika kompetisi di dekade 2000an kebanyakan diikuti oleh para pemain amatir, pengadaan kompetisi profesional dan meningkatnya pemirsa saat ini mendukung munculnya banyak pemain dan tim profesional secara signifikan, dan banyak pengembang permainan video saat ini membangun permainan dengan corak untuk memfasilitasi kompetisi tersebut.

Seiring perkembangan zaman, eSport tengah menjadi sorotan publik khususnya yang berasal dari generasi milenial. Banyak yang belum mengenal eSport sebagai olahraga, dan itu dirasakan oleh Ketua Umum Asosiasi eSports Indonesia (IeSPA), Eddy Lim.

Esport mulai dilombakan pada Asian Games 2018, cabang olahraga eSport mulai dipertandingkan. eSport atau olahraga elektronik menjadi cabang olahraga baru di ajang Asian Games 2018 dengan status ekshibisi.

5 Pemain Esport Indonesia

1. Hansel Ferdinand
CS-GO dengan penghasilan Rp 1,4 Miliar

2. Kevin Susanto
CS-GO dengan penghasilan Rp 947 Juta

3. Kenny Deo
Dota 2 dengan penghasilan Rp 596 Juta

4. M. Rizky Anugrah
Dota 2 dengan penghasilan Rp 572 juta

5. Fortnite
Dengan Penghasilan Rp 341 Juta

Esopr juga memberikan peringkat terhadap atletnya di seluruh dunia melalui website esportearning.com. Saat ini Indonesia menduduki peringkat 50 dunia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.