Tempat Wisata TerHits di Surabaya Buat Liburan Keluarga

Tempat Wisata TerHits di Surabaya Buat Liburan Keluarga.

1. Monumen Kapal Selam 

monume kapal selam

Monumen Kapal Selam atau lebih sering disebut Monkasel merupakan salah satu bukti perjuangan pahlawan Indonesia saat melawan penjajah. Monumen ini merupakan kapal selam KRI Pasopati 410 yang dulu digunakan untuk operasi Trikora.

Melihat isi dari kapal selam ini bisa membuka wawasanmu tentang dunia angkatan laut. Selain itu, kamu pun bisa menyaksikan tayangan film tentang peristiwa pertempuran di Lautan Aru. J

Lokasi strategis di tengah kota membuat monumen kapal selam ramai dikunjungi. Dekat dengan pusat perbelanjaan di Surabaya.
  • Jam operasional: Setiap hari (08.00 s.d. 22.00 WIB) 
  • Tiket masuk: Rp 10.000 
  • Alamat: Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya 
  • Cara ke sini : Naik angkutan kota menuju Stasiun Gubeng, Delta Plaza, atau WTC. Dari sana kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai Monkasel.
  • Bisa langsung sewa ojek online saat anda kebingunan rute menuju kelokasi.

2. Masjid Al Akbar.

Masjid Al Akbar

Tahukah pembaca ? Masjid Al-Akbar merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia. Masjid agung Kota Surabaya ini jadi destinasi utama para traveler yang ingin berwisata religi di Kota Pahlawan.

Masjid besar ini memiliki arsitektur megah yang bisa membuat kamu berdecak kagum. Tak hanya itu, berbagai fasilitas lengkap pun tersedia di sini seperti aula serbaguna dan perpustakaan.

Salah satu yang ditawaran adalah wisata ketinggian mirip dengan Monumen Nasional (Monas), bedanya disini lebih kepada keindahan Masjid dan Kota Surabaya. Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan jalan arah bandara maupun arah terminal, dan pusat kota.


  • Jam operasional: Setiap hari (24 jam) 
  • Tiket masuk: Gratis Alamat: Jl. Masjid Al Akbar Timur No.1, Pagesangan, Jambangan, Surabaya 
  • Cara ke sini: Dari Terminal Bungurasih kamu bisa menggunakan bus menuju Joyoboyo. Lalu, lanjutkan perjalanan dengan angkutan kota menuju Menanggal.

3. Jalan Tunjungan


Salah satu bangunan tua yang masih bertahan dari dulu hingga sekarang adalah Gedung Siola yang kini menjadi Tunjungan Center. Kamu pun bisa mampir ke Hotel Majapahit yang jadi saksi pecahnya peristiwa 10 November 1945. Selain berwisata sejarah, kamu juga bisa hunting foto dan kulineran di lokasi satu ini.

Cara menikmati wisata jalan-jalan ini disarankan pada waktu pagi sekalian jogging dan sedikit kendaraan yang melintas, sekaligus jogging.
Jogging di Jalan Tunjungan 


  • Jam operasional: Setiap hari (24 jam) Khusus hari Minggu rutin diadakan Car Free Day sehingga kamu tak bisa membawa kendaraan saat ke sini 
  • Tiket masuk: Gratis 
  • Alamat: Jalan Tunjungan, Surabaya Cara ke sini: Gunakan bis kota jurusan Jembatan Merah atau Oso Wilangun yang melewati Jalan Darmo. Rute balik kedua bis kota ini akan melewati Jalan Tunjungan.

4. Surabaya North Quay


“Tanjung Perak tepi laut, siapa suka boleh ikut” itulah sedikit penggalan lagu yang menceritakan seseorang yang mengajak teman-temannya untuk pergi berwisata ke Tanjung Perak – Surabaya. Lagu ini memang menceritakan bahwa pada jaman dahulu Pelabuhan Tanjung Perak sempat menjadi jujukan wisata bagi warga Surabaya.

Surabaya North Quay


Namun seiring dengan perkembangan Surabaya yang penuh dengan Mall dan tempat wisata di lokasi lain, nama Tanjung Perak sebagai lokasi wisata mulai tersisihkan. Untuk mengembalikan masa jaya Tanjung Perak sebagai destinasi wisata, PT. Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), di Terminal Gapura Surya Nusantara di kawasan Surabaya North Quay-Tanjung Perak. Pada lantai dua nanti akan di isi oleh tenant – tenant yang sudah berpengalaman berjualan di Basha Market dan Pop Market.

Untuk lantai tiga akan di isi oleh beragam kuliner khas Kota Surabaya, yaitu lontong balap,bebek goreng, rujang cingur, soto ayam dan banyak lagi lainnya. Terdapat juga ruang pameran yang memamerkan karya kreatif dari anak muda Surabaya serta produk sepatu made in Dolly yang kemarin produknya di pakai oleh Walikota Surabaya pada saat pelantikannya.

Nantinya para pengunjung dari Surabaya North Quay ini bisa menyantap hidangan kulinernya di outdoor lantai tiga dengan latar belakang pemandangan laut saat senja dan di hibur oleh alunan live musik yang sangat romantis. Rute menuju ke Surabaya North Quay ini sangatlah mudah.

Dari jalan Perak Timur, pengunjung bisa lurus hingga masuk ke gerbang Pelabuhan Tanjung Perak. Di gerbang ini, pengunjung di haruskan membayar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 7.500 untuk mobil, retribusi ini sudah termasuk biaya asuransi dan biaya parkir kendaraan.

Setelah membayar, langsung lurus saja hingga menuju tempat parkir, setelah itu bisa langsung menuju ke Gedung Gapura Surya Nusantara. Untuk masuk ke Surabaya North Quay, pengunjung tidak di kenakan biaya lagi alias gratis.

5. Waterpark Kenjeran.


Inilah salah hiburan rakyat Surabaya yang ingin main air seru dan murah meriah. Ada tiga jenis kolam di Waterpark Kenjeran yaitu kolam dewasa, kolam anak-anak dan kolam arus. Jika kalian berminat ke sini, kalian juga bisa sekaligus melihat atraksi wisata lainnya karena Waterpark Kenjeran terletak di dalam area Pantai Kenjeran Baru.


  • Harga tiket masuk: Rp 20.000 (Senin – Jumat), Rp 25.000 (Sabtu – Minggu & hari libur nasional) 
  • Jam operasional: 24 jam Alamat: Jl. Pantai Ria Kenjeran, Sukolilo Baru, Bulak 
  • Cara ke sini: Dari terminal Joyoboyo, naik angkot JK jurusan Terminal Kenjeran. Turun di Kenjeran. Dari Petekan, naik angkot warna hijau muda (R2) jurusan Terminal Kenjeran. Turun di Pantai Kenjeran. Dari Petekan, naik angkot warna pink (JMK) jurusan Terminal Kenjeran. Turun di Pantai Kenjeran.

6. Masjid Muhammad Cheng Hoo




Salah satu masjid paling unik ini selalu ramai setiap harinya. Selain menjadi tempat beribadah, Masjid Muhammad Cheng Hoo juga sering dikunjungi oleh para wisatawan, baik dari kalangan Muslim, sampai kalangan non-Muslim. Gaya dan interior desain yang unik menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari masjid ini.

Perpaduan gaya Tiongkok dan Arab serta dominasi warna merah, kuning, hijau menjadi ciri khas dari Masjid Muhammad Cheng Hoo. Masjid ini telah dibangun sejak tahun 2003 yang lalu dan baru diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati Pasuruan, H. Jusbakir Aldjufri, SH. MM. Kamu bisa datang langsung dan melihat sendiri keindahan dan kemahsyuran dari Masjid Muhammad Cheng Hoo ini.


  • Jam operasional: Buka Setiap Hari 24 Jam 
  • Alamat: Jalan Gading No.2 Ketabang, Genteng, Surabaya, Jawa Timur 
  • Cara ke sini: Naik bus A2 dari Terminal Purabaya dan turun di Rumah Sakit Adi Husada. Masjid terletak di jalan belakang rumah sakit. Bisa juga naik angkot GS atau UBB lalu turun di Taman Makam Pahlawan.

7. Jalan Kembang Jepun 



Jalan Kembang Jepun adalah China Town-nya Surabaya. Tempat wisata yang satu ini merupakan wilayah tertua yang berada di Surabaya, lho. Berada di daerah sungai Kalimas, lokasi bersejarah ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan setiap harinya.

Tempat wisata di Surabaya yang satu ini merupakan kawasan pecinan dengan banyak sekali jenis toko dan kedai kuliner. Nah, buat kamu yang tertarik untuk berkunjung ke Jalan Kembang Jepun ini, pastinya kamu bisa menemui banyak sekali tempat wisata kuliner yang patut dicicipi.

Banyak sekali kuliner khas Surabaya maupun Tiongkok yang bisa kamu temui di Jalan Kembang Jepun ini. Hmm, pastinya untuk para pecinta kuliner akan senang sekali jika berada di tempat wisata yang satu ini.


  • Jam operasional: Buka Setiap Hari 24 Jam (kecuali pada pedagang ditempat ini) 
  • Alamat: Jl. Kembang Jepun, Surabaya 
  • Cara ke sini: Jika berangkat dari terminal Bungurasih, kamu bisa langsung naik bus dan menuju Jembatan Merah yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun.
8. Musem Tugu Pahlawan
Museum tugu pahlawan

Salah satu destinasi wisata museum dan monumen di Surabaya yang populer adalah Tugu Pahlawan yang terletak di Jalan Tembaan Surabaya tepatnya terletak di depan kantor gubenur.

Tugu pahlawan dibangun dalam bentuk "paku terbalik dengan ketinggian 40,45 meter dengan diameter 3,10 meter dan di bagian bawah diameter 1,30 meter. Tugu pahlawan ini dibangun untuk menghormati parjurit Surabaya yang tewas selama pertempuran besar melawan tentara sekutu yang dilumpuhkan oleh NICA, dan yang ingin menduduki Surabaya pada 10 November 1945.

Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran "Trisula" bergambar, "Cakra", "Stamba" dan "Padma" sebagai simbol api perjuangan. Di dalam tugu ini, terdapat Museum 10 November. Museum Sepuluh Nopember dibangun untuk memperjelas keberadaan Tugu Pahlawan tersebut dan sebagai penyimpang bukti-bukti sejarah di 10 November 1945.

Untuk masuk dan menikmati pengunjung cukup membayar karcis Rp 5.000,- sudah bisa melihat saksi sejarah semangat arek muda dalam mempertahankan kemerdekaan, salah satunya seperti mobil bung Tomo yang dipajang di depan monumen Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video perjalanan ke Tugu Pahlawan Berikut


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.