Tulisan dan Makna Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji’un

Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 156 :

 الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ 


Artinya : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa mushibah, mereka mengucapkan:` Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun”.(QS. 2:156)


Ungkapan innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un bukan doa dan sama sekali tidak bermaksud mendoakan orang yang wafat, melainkan ungkapan zikir biasa yang dikaitkan dalam konteks bila ada yang wafat..

"inna lillahi wa inna ilaihi roji'un" adalah kalimat istirja atau tarji. Arti dari tarji' atau istirja adalah pernyataan kembali kepada Allah Swt. Lafazh ini diucapkan tatkala seorang yang beriman menerima ujian atau musibah. 

Baik yang menimpa diri pribadi, keluarga, atau pun masyarakat luas. Tidak terbatas pada bentuk musibah yang besar maupun kecil. Ada banyak sekali jenis musibah yang ada di dunia ini. 

Misalnya : kehilangan suatu barang, terkena bencana alam, terjadi kecelakaan, menderita sakit, tertimpa kerugian dalam bisnis, dan lain-lain. Nah, salah satu bentuk ujian atau musibah itu adalah meninggalnya seorang muslim. 

Maka apabila seseorang mengucapkan lafazh tarji di dalam menyampaikan berita tentang kematian maka itu tidaklah masalah. Sebab meninggalnya seseorang menjadikan keluarga. saudara, dan masyarakat di tempat tersebut bersedih serta merasakan kehilangan. Ucapan tersebut diperintahkan Allah Swt.

Keutamaan Mengucapkan Kalimat Thoyibah “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun”

“Tidaklah seorang hamba terkena musibah kemudian ia berdoa, “sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali pada-Nya, ya Allah berilah pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya,” kecuali Allah akan memberikan pahala dalam musibahnya dan Allah memberi ganti yang lebih baik daipadanya” (HR Muslim) 

Kalimat “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” berarti sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah. Kalimat ini memiliki makna yang mendalam bahwa segala du dunia ini adalah milik Allah dan manusia tidak bisa menuntut apapun kepada Allah karena hanya Allah yang memiliki hak dan kehendak. 

Manusia hanya berusaha dan mengharapkan yang terbaik. Tentu Allah lebih tahu. Mengucapkan kalimah thoyib ini tentunya memiliki keutamaan khususnya dalam menghadapi musibah. Berikut adalah keutamaan dari membaca kalimat thoyib ini dalam kehidupan manusia.



1. Ikhlas dan Tawakal Kepada Allah 

Dengan menguncapkan kalimat “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” maka kita telah mengerti bahwa apa yang ada dalam diri kita, merasa kita miliki adalah milik Allah SWT. Seorang pemilik bisa kapan saja mengambil hartanya, mengambil apa yang jadi miliknya kapanpun ia berkehendak. Sedangkan kita, tidak memiliki hak apapun atas yang terjadi, dan semuanya milik Allah.

2. Tidak Memberatkan Hati 

Dengan mengucap “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” kita pun bisa meringankan hati kita. Kita tidak akan terbebani atau berat hati atas apa yang telah terjadi. Hati kita lebih tenang dan dingin, karena apapun yang terjadi Allah pasti lebih mengetahui dan memberikan kelak yang terbaik. Jika tidak di dunia maka kelak di akhirat akan mendapatkan balasan yang lebih baik lagi.

3. Bersabar atas Ujian Hidup 

Jika semuanya telah dipersepsi dan memiliki paradigma yang sama, maka kita akan bisa bersabar atas ujian hidup. Ujian hidup bisa datang kapan saja tanpa kita harus tahu dan diduga-duga.

Semuanya tentu untuk menguji seberapa besar kesabaran dan keimanan kita terhadap Allah SWT. Untuk itu, dengan mengucapkan kalimat thoyibah “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” kita bisa lebih sabar dan menerima ujian hidup.

4. Tidak Perlu Meratapi Nasib dan Emosional Berlebihan 

Mengucap kalimat thoyibah “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” membuat kita tidak akan terlalu emosional dan berlebihan menghadapi ujian. Semuanya telah diatur Allah dan tidak perlu kita meratapi nasib.

Jika frame hidup kita segalanya milik Allah, tentu kita tidak perlu marah apalagi emosi. Semuanya bukan milik kita dan hanya Allah yang menentukan rezeki kita.


Sumber :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.