Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Apa Bedanya Pembatasan Sosial, Isolasi dan Karantina

Apa Bedanya Pembatasan Sosial, Isolasi dan Karantina
Pembatasan sosial harus dilakukan oleh settiap orang, baik yang terkena virus maupun tidak.

Langkah-langkah luas itu meliputi menghindari jabat tangan , kerumunan, menjaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain, dan yang terpenting tetap berada di rumah jika Anda merasa sakit.
Isolasi adalah bagi mereka yang sudah sakit dan sebagai upaya untuk menjauhkan orang yang terinfeksi dari orang yang sehat guna menghentikan penyebaran virus

Karantina adalah menetapkan suatu tempat untuk kelompok dan masyarakat guna memisahkan dan membatasi pergerakan orang yang terpapar penyakit menular untuk melihat apakah kemudian mereka menjadi sakit.

Sumber : canva

Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Contoh Penerapannya

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. 
PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang gizi: makan beraneka ragam makanan, minum tablet tambah darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita kapsul vitamin A. 
Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan. Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan. 
Apa manfaat PHBS? Antara lain,  setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit, anak tumbuh sehat dan cerdas, anggota keluarga giat bekerja. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.  Lokasi PHBS bisa di rumah tangga, sekolah, tempat kerja (kantor), temp…

Empat Kabupaten di Jawa Timur Masuk Zona Merah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut dari 59 positif covid-19, wilayah baru masuk zona merah. Yakni, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Gresik. Dari 59 orang yang dinyatakan positif, ada tambahan 8 orang. Tambahan 8 orang tersebut, kata Khofifah, berasal dari empat wilayah. 
"Jadi tambahan wilayah terjangkit ada 2 yang baru yakni Kabupaten Gresik dan Kabupaten Kediri. Kabupaten Kediri sudah menjadi merah, Gresik juga menjadi merah," jelas Khofifah di Gedung Negara Grahadi saat jumpa pers, Kamis (26/3/2020). 
Sedangkan wilayah masih zona merah ada empat terdiri dar Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Gresik. "8 Orang masing-masing, 2 dari Surabaya, 3 dari Sidoarjo, 2 dari Kabupaten Kediri dan 1 dari Kabupaten Gresik," kata Khofifah. 
Pemprov Jawa Timur kembali mengupdate kasus corona. Data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 16.00 WIB, terdapat 3.055 ODP, 221 PDP dan 59 orang dinyatakan positif. "Ini tambahan perluasan w…

Wali Kota Tegal Umumkan Lockdown!

Demi mencegah penyebaran wabah virus corona Covid-19, Pemkot Tegal, jawa Tengah menerapkan local lockdown. Langkah berani karena bertentangan dengan kebijakan nasional itu dilakukan, setelah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kardinah Tegal dinyatakan positif covid-19. 
Pernyataan penutupan wilayah secara lokal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, saat melakukan jumpa pers di Pendapa Balai Kota Tegal, terkait pasien positif covid-19 di Tegal, Rabu (25/3/2020). 
“Ini berita yang sangat memprihatinkan, bahwa pasien laki-laki berusia 34 tahun pada hari ini dinyatakan positif covid-19,” ucapnya seperti yang dikutip dari Suara.com, Kamis (24/3/2020). 
MUI Serukan Masjid di Jateng Tak Gelar Salat Jumat Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal mulai menjadi PDP RSUD Kardinah pada tanggal 16 Maret silam. 
Pasien mengeluh demam, batuk, pilek, sesak napas, dan diare. Dalam video jumpa pers yang diunggah YouTube Odhay Of…

Update Corona 24 Maret: 686 Positif, 55 Meninggal, 30 Sembuh

Pemerintah Indonesia memperbaharui data kasus akibat virus Corona atau COVID-19. Hingga hari ini Selasa (24/3) tercatat kasus positif Corona bertambah menjadi "Total 686 kasus positif, ini angka komulasi," ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan BNPB di YouTube, Selasa (24/3/2020). 
Data ini dihimpun hingga pukul 12.00 WIB tadi. Dengan jumlah kasus, berarti ada penambahan 65 kasus positif Corona dari data sebelumnya. "Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 107 kasus," sebut Yuri. Sebelumnya, pemerintah menyatakan ada 579 kasus positif Corona di wilayah RI hingga Minggu (22/3). Dari jumlah tersebut, 48 pasien meninggal dunia dan 29 lainnya sembuh.

Bagaimana yang Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Dalam kolom kali ini redaksi akan mengumpulkan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan COVID-19, dengan narasumber dari tim medis langsung. Berikut salah satu pertanyaan dan jawabannya :

Pertanyaan : Bagaimana yang Positif Covid-19 Tanpa Gejala ?

Jawaban : Cukup banyak orang yang ditemukan virus tapi dia tidak sakit. Orang seperti ini bisa 2 kemungkinan,
1: Sedang dalam masa inkubasi sehingga gejala belum ada atau
2: Carrier dia memang tidak sakit tapi virus ditemukan di saluran nafasnya. Dalam kedua hal ini mereka sudah bisa menularkan virusnya kemana-mana

Dr. Eko Budi Koendhori, dr, M.Kes, Sp MK

Mengapa Hasil Tes Covid-19 Bisa Berbeda-beda

Dalam kolom kali ini redaksi akan mengumpulkan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan COVID-19, dengan narasumber dari tim medis langsung. Berikut salah satu pertanyaan dan jawabannya  :

Pertanyaan : Mengapa Hasil Tes  Covid-19 Bisa Berbeda-beda ?
Jawaban :
Hasil tes sangat bergantung dari pengambilan sampel. Pengambilan sampel yang benar di daerah nasofaring, biasanya melalui lobang hidung masuk sampai mentok, baru diputar atau diusap. Bisa jadi pengambilan 1, memang virusnya belum sampai di situ baru pengambilan yang ke sekian didapatkan virusnya. (Dr. Eko Budi Koendhori, dr, M.Kes, Sp MK)


Bima Arya Sugiarto Walikota Bogor Positif Corona

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Bima Arya dinyatakan positif Corona setelah menerima hasil tes swab kemarin (19/3) sore.

Perlu diketahui bersama bahwa sampai dengan hari ini sudah ada 308 terkonfirmasi positif corona, 268 masih menjalani perawatan, dan sudah ada 25 pasien yang meninggal di Indonesia.

 "Pada hari Kamis sore, kemarin tanggal 19 Maret 2020, Wali Kota Bogor Bima Arya, telah menerima hasil tes swab yang menunjukkan positif COVID-19," ujar plt Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam keteranganya, Jumat (20/3/2020). Sri mengatakan tes SWAB tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bogor Senior. "Tes sendiri dilaksanakan pada Selasa 17 Maret 2020 oleh RS Bogor Senior Hospital," kata Sri.


 Sebelumnya, Bima Arya sempat menyandang status sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona. Ia berstatus ODP setelah sempat pergi ke Turki dan Azerbaijan selama delapan hari. Sumber : Detik

Masa Darurat Corona Diperpanjang Sampai Idul Fitri

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) secara resmi memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana non-alam, virus Corona. 
Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan bernomor 13.A Tahun 2020, yang ditandatangani oleh Kepala BNPB Doni Monardo pada 29 Februari 2020, masa darurat hingga tanggal 29 Mei 2020, atau sekitar lima hari pasca lebaran Idul Fitri 2020.


"Perpanjangan status keadaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu (menetapkan perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia) berlaku selama 91 hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020," dikutip dari surat keputusan tersebut, Selasa (17/3). 
Dalam surat keputusan tersebut, BNPB menyatakan perpanjangan ini dilakukan akibat dari penyebaran virus Corona yang semakin meluas dan menyebabkan korban jiwa. Kemudian penyebaran virus Corona juga bisa berimplikasi pada kerugian harta benda, dampak psi…